Assalamualikum
dan Halo Reader(s) ^_^
Kali ini aku tidak akan mengepost cerpen. melainkan sebuah tulisan dari temanku. Well, selamat menikmati.
Masa-masa ini
merupakan masa-masa Galau buat kelas XII. Mengapa? Karena mereka bingung mau ke
mana setelah lulus. Kuliah? Kerja? Nikah? Well itu semua pilihan kalian. Di
sini aku ingin menceritakan pengalaman galau-galauku tahun lalu sampai keterima
di Jurusan yang aku buru, Teknik Industri.
Waktu kelas X
dulu sekolahku mengadakan tes IQ yang sebenarnya bertujuan untuk mengarahkan
siswanya ke jurusan IPA, IPS, atau Bahasa (Ciyee yang masih ada jurusan Bahasa
:v ). Tapi di tes itu juga mencakup studi yang mungkin dapat di ambil kelak.
Dan tahukah kamu? Di lembar hasil tes itu tidak menampilkan Teknik Industri
sama sekali, melainkan Statistika, MIPA Biologi dan Manajemen. Aku yang
notabene kesulitan menghafal tidak mungkin melanjutkan ke Biologi. Manajemen?
Aku ingi masuk ke IPA, dan aku benci belajar lagi untuk tes SBMPTN jadi pilihan
itu juga kutanggalkan. Oh ya alasanku masuk IPA sebenarnya cukup simpel, tidak
paham sama sekali masalah Geografi, hasil ulanganku pun paling bagus 5.
Kwkwkwkw. Oke dengan pertimbangan tadi, maka aku mencoba untuk menjadikan
Statistika sebagai tujuanku.
Saatnya kita
melesat ke kelas XI. Saat inilah aku pertama kali mendapatkan materi
Statistika. Dan ternyata Statistika adalah Bab tersulit di Mapel Matematika
bagiku. Begitu banyak rumus, angkanya kebanyakan buruk saat ujian SMA pun
dilarang memakai kalkulator. Dan akhirnya satu semester kulewati dengan susah
payah di mapel Matematika -_-
Setelah
semester 3 lewat, aku benar-benar bingung
kemanakah tujuanku. Bapakku menyarankan aku ke jurusan Ekonomu, manajemen atau
jurusan lainnya yang berhubungan dengan uang. Tapi kutegaskan lagi, aku tidak
mau belajar materi IPS lagi. Seakan-akan sia-sia perjalananku di kelas XI-XII.
Kalau tidak salah saat itu malam minggu, aku terbangun malam-malam. Aku
teringat dengan saran dari Guru bimbel, ustadz, orang tua dan saudara-saudaraku
untuk shalat istikharah (sholat meminta petunjuk) agar diberi petunjuk oleh
Allah SWT. aku putuskan bangun dari
ranjang tidurku menuju kamar mandi untuk membasuh diri dengan air wudhu.
Setelah sholat aku berdoa kepada Allah SWT. Untuk apa? Tahulah, untuk diberi
petunjuk. Setelah sholat aku tidur lagi.
Pagi harinya
saat terbangun tiba-tiba aku tertarik dengan kertas yang terselempit di antara
buku-buku pelajaran di rak. Kubaca kertas yang kudapat dari guru BK ku itu.
Kertas itu bertuliskan jurusan-jurusan di tiap PTN di Jawa. Ada ITB, UI, UNDIP,
UGM, UB, UNAIR, ITS dll. Sebenarnya saat pertama kali mendapatkan lembaran
kertas itu aku tidak mendapatkan jurusan yang sesuai keinginanku. Tapi pagi itu
entah mengapa mataku terpaku pada jurusan yang bernama “Teknik Industri”. Aku
jadi tertarik untuk mencari tahu jurusan apa itu. Segera ku buka laman google
di laptop yang sudah menyala di atas meja samping rak itu. Dan benar-benar
tidak kusangka, di IPA ada jurusan yang “nyerempet” pelajaran IPS ini.
Bagaimana tidak, jurusan ini mempelajari Manajemen. Sesuai dengan saran Bapakku
dan yang kuinginkan. Dan yang pasti, aku tidak perlu belajar IPS. Horee.
Setelah
mendapat nama jurusan itu sebenarnya aku masih berhati-hati. Apakah ini
benar-benar petunjuk dari Allah SWT atau tidak. Dan Okay, aku langsung
berkonsultasi pada Orang tuaku. Jurusan ini masih tidak awam bagi Bapakku, jadi
beliau masih ragu dengan keinginanku ini. Dan menyarankan mungkin ada jurusan
lain yang kuinginkan. Aku mengiyakan pernyataan Bapakku dan mencari yang
mungkin bisa jadi pilihan “kedua” bagiku.
Setahun
berlalu, sampai pada masa-masa sekarang. Ya masa pendaftaran Snmptn. Dan Aku
sama sekali tidak mendapatkan pilihan kedua selain Teknik Industri. Dan
akhirnya ku berniat untuk mendaftar Teknik Industri UGM dipilah pertama dan
Teknik Industri Undip dipilihan kedua. Dan gilanya lagi saat itu aku baru
menyadari banyak teman-temanku yang juga tertarik ke jurusan itu. Yah mungkin
juga faktor di Kotaku muncul banyak pabrik-pabrik baru sih. Singkat cerita,
saat snmptn aku memilih target realistis tapi tetap idealis. Apa itu? Dengan
menggeser Tujuanku ke Teknik Industri UB, pilihan kedua? Teknik Industri Undip
yang kupilih.
Hari
menegangkan bagi seluruh siswa yang baru saja libur setelah UN pun tiba. Banyak
dari mereka yang ketakutan bagaimana kalau tidak lolos, tapi ada juga yang cuek
bebek bermain game online seperti biasa. Kalau aku? Jalan-jalan ke Jakarta
dengan membawa buku soal SBMPTN agar aku ingat masih ada SBMPTN. Jam
menunjukkan pukul setengah lima, tinggal setengah jam lagi diumumkan. Media
sosial benar-benar ramai dengan topik SNMPTN. Banyak dari temanku yang meng-chat
aku untuk berkeluh kesah ketakutan mereka. Banyak temanku yang memilih membuka
pengumuman telat-telat (tidak jam lima). Berbeda denganku yang ingin langsung
melihat hasilnya. Jam 5 pun tiba, aku yang di dalam mobil berusaha membuka web
snmptn yang sulit untuk diakses karena banyaknya orang yang mengakses. Aku
terus mereload web itu dan.... berhasil... Aku tidak lolos...
Mungkin segini
dulu ya ceritanya, entah mengapa saat mengetik tidak lolos tanganku langsung
turun dari meja secara perlahan. Hehe. Wassalam.
Sorry For OOT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar