Sabtu, 05 Maret 2016

SNMPTN, Kegalauan Memilih Jurusan

Assalamualikum dan Halo Reader(s) ^_^
Kali ini aku tidak akan mengepost cerpen. melainkan sebuah tulisan dari temanku. Well, selamat menikmati.

Masa-masa ini merupakan masa-masa Galau buat kelas XII. Mengapa? Karena mereka bingung mau ke mana setelah lulus. Kuliah? Kerja? Nikah? Well itu semua pilihan kalian. Di sini aku ingin menceritakan pengalaman galau-galauku tahun lalu sampai keterima di Jurusan yang aku buru, Teknik Industri.

Waktu kelas X dulu sekolahku mengadakan tes IQ yang sebenarnya bertujuan untuk mengarahkan siswanya ke jurusan IPA, IPS, atau Bahasa (Ciyee yang masih ada jurusan Bahasa :v ). Tapi di tes itu juga mencakup studi yang mungkin dapat di ambil kelak. Dan tahukah kamu? Di lembar hasil tes itu tidak menampilkan Teknik Industri sama sekali, melainkan Statistika, MIPA Biologi dan Manajemen. Aku yang notabene kesulitan menghafal tidak mungkin melanjutkan ke Biologi. Manajemen? Aku ingi masuk ke IPA, dan aku benci belajar lagi untuk tes SBMPTN jadi pilihan itu juga kutanggalkan. Oh ya alasanku masuk IPA sebenarnya cukup simpel, tidak paham sama sekali masalah Geografi, hasil ulanganku pun paling bagus 5. Kwkwkwkw. Oke dengan pertimbangan tadi, maka aku mencoba untuk menjadikan Statistika sebagai tujuanku.
Saatnya kita melesat ke kelas XI. Saat inilah aku pertama kali mendapatkan materi Statistika. Dan ternyata Statistika adalah Bab tersulit di Mapel Matematika bagiku. Begitu banyak rumus, angkanya kebanyakan buruk saat ujian SMA pun dilarang memakai kalkulator. Dan akhirnya satu semester kulewati dengan susah payah di mapel Matematika -_-
Setelah semester 3 lewat,  aku benar-benar bingung kemanakah tujuanku. Bapakku menyarankan aku ke jurusan Ekonomu, manajemen atau jurusan lainnya yang berhubungan dengan uang. Tapi kutegaskan lagi, aku tidak mau belajar materi IPS lagi. Seakan-akan sia-sia perjalananku di kelas XI-XII. Kalau tidak salah saat itu malam minggu, aku terbangun malam-malam. Aku teringat dengan saran dari Guru bimbel, ustadz, orang tua dan saudara-saudaraku untuk shalat istikharah (sholat meminta petunjuk) agar diberi petunjuk oleh Allah SWT.  aku putuskan bangun dari ranjang tidurku menuju kamar mandi untuk membasuh diri dengan air wudhu. Setelah sholat aku berdoa kepada Allah SWT. Untuk apa? Tahulah, untuk diberi petunjuk. Setelah sholat aku tidur lagi.
Pagi harinya saat terbangun tiba-tiba aku tertarik dengan kertas yang terselempit di antara buku-buku pelajaran di rak. Kubaca kertas yang kudapat dari guru BK ku itu. Kertas itu bertuliskan jurusan-jurusan di tiap PTN di Jawa. Ada ITB, UI, UNDIP, UGM, UB, UNAIR, ITS dll. Sebenarnya saat pertama kali mendapatkan lembaran kertas itu aku tidak mendapatkan jurusan yang sesuai keinginanku. Tapi pagi itu entah mengapa mataku terpaku pada jurusan yang bernama “Teknik Industri”. Aku jadi tertarik untuk mencari tahu jurusan apa itu. Segera ku buka laman google di laptop yang sudah menyala di atas meja samping rak itu. Dan benar-benar tidak kusangka, di IPA ada jurusan yang “nyerempet” pelajaran IPS ini. Bagaimana tidak, jurusan ini mempelajari Manajemen. Sesuai dengan saran Bapakku dan yang kuinginkan. Dan yang pasti, aku tidak perlu belajar IPS. Horee.
Setelah mendapat nama jurusan itu sebenarnya aku masih berhati-hati. Apakah ini benar-benar petunjuk dari Allah SWT atau tidak. Dan Okay, aku langsung berkonsultasi pada Orang tuaku. Jurusan ini masih tidak awam bagi Bapakku, jadi beliau masih ragu dengan keinginanku ini. Dan menyarankan mungkin ada jurusan lain yang kuinginkan. Aku mengiyakan pernyataan Bapakku dan mencari yang mungkin bisa jadi pilihan “kedua” bagiku.
Setahun berlalu, sampai pada masa-masa sekarang. Ya masa pendaftaran Snmptn. Dan Aku sama sekali tidak mendapatkan pilihan kedua selain Teknik Industri. Dan akhirnya ku berniat untuk mendaftar Teknik Industri UGM dipilah pertama dan Teknik Industri Undip dipilihan kedua. Dan gilanya lagi saat itu aku baru menyadari banyak teman-temanku yang juga tertarik ke jurusan itu. Yah mungkin juga faktor di Kotaku muncul banyak pabrik-pabrik baru sih. Singkat cerita, saat snmptn aku memilih target realistis tapi tetap idealis. Apa itu? Dengan menggeser Tujuanku ke Teknik Industri UB, pilihan kedua? Teknik Industri Undip yang kupilih.
Hari menegangkan bagi seluruh siswa yang baru saja libur setelah UN pun tiba. Banyak dari mereka yang ketakutan bagaimana kalau tidak lolos, tapi ada juga yang cuek bebek bermain game online seperti biasa. Kalau aku? Jalan-jalan ke Jakarta dengan membawa buku soal SBMPTN agar aku ingat masih ada SBMPTN. Jam menunjukkan pukul setengah lima, tinggal setengah jam lagi diumumkan. Media sosial benar-benar ramai dengan topik SNMPTN. Banyak dari temanku yang meng-chat aku untuk berkeluh kesah ketakutan mereka. Banyak temanku yang memilih membuka pengumuman telat-telat (tidak jam lima). Berbeda denganku yang ingin langsung melihat hasilnya. Jam 5 pun tiba, aku yang di dalam mobil berusaha membuka web snmptn yang sulit untuk diakses karena banyaknya orang yang mengakses. Aku terus mereload web itu dan.... berhasil... Aku tidak lolos...
Mungkin segini dulu ya ceritanya, entah mengapa saat mengetik tidak lolos tanganku langsung turun dari meja secara perlahan. Hehe. Wassalam.

Sorry For OOT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar